Senin, 19 Oktober 2009

injeksi sub cutan

SUB CUTAN

A. Pengertian
Pemberian obat subkutan adalah pemberian obat melalui suntikan ke area bawah kulit yaitu pada jaringan konektif atau lemak di bawah dermis.
B. Tujuan
Sebagai acuan dan langkah-langkah dalam pelaksanaan pemberian Injeksi Sub Cutan pada pasien
C. Kebijakan
Ruang Lingkup Pasien Gawat Darurat yang skin test untuk obat-obatan tertentu atau untuk observasi pada penyakit tertentu atas instruksi dokter.
D. Lokasi
Lokasi injeksi subkutan :
· lengan atas sebelah luar
· paha bagian depan
· perut
· area scapula
· area ventrogluteal
· area dorsogluteal
Prinsip injeksi subkutan :
· bukan pada area yang nyeri, merah, dan pruritis tau edema
· area kulit yang akan diinjeksi diregangkan
· sudut 45°
· aspirasi tidak boleh ada darah
· massage pada daerah injeksi setelah injeksi
Pada pemakaian injeksi subkutan untuk jangka waktu yang alam, maka injeksi perlu direncanakan untuk diberikan secara rotasi pada area yang berbeda.
Pemberian obat melalui subkutan ini umumnya dilakukan dalam program pemberian insulin yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah. Dalam pemberian insulin terdapat dua tipe larutan, yaitu larutan yang jernih dan larutan yang keruh.
Larutan jernih adalah insulin tipe reaksi cepat (insulin regular) dan larutan keruh adalah tipe lambat karena adanya penambahan protein yang memperlambat absorbsi obat.
E. Langkah Kerja
1. Siapkan peralatan berupa :
a. Buku catatan rencana/ order pengbatan
b. Vial atau ampul berisi obat yang akan diberikan
c. Spuit dan jarum steril (spuit 2ml, jarun ukuran 25 gauge, 5/8-1/2 inci)
d. Kapas anti septic steril
e. Kassa steril untul membuka ampul (bila diperlukan)
f. Bak instrumen
g. Bengkok
h. Perlak dan alasnya
2. Perawat mencuci tangan.
3. Membaca etiket, dosis, dan cara pemberian obat.
4. Masukkan obat dari vial atau ampul ke dalam tabung spuit dengan cara yang benar.
5. Mengeluarkan udara dari spuit injeksi.
6. Menanyakan dan memastikan nama pasien.
7. Beritahu pasien dan atur dalam posisi yang nyaman (jangan keliru pasien; Bantu pasien pada posisi yang mana, lengan, kaki, atau perut yang akan digunaka injeksi sehingga dapat rileks).
8. Pilih area tubuh yang tepat, kemudian usap dengan kapas antiseptik dari tengah keluar secara melingkar sekitar 5 cm menggunakan tangan yang tidak untuk menginjeksi.
9. Siapkan spuit, lepas kap penutup secara tegak lurus sambil menunggu antiseptik kering.
10. Pegang spuit dengan salah satu tangan antara jempol dan jari-jari pada area injeksi dengan telapak tangan menghadap ke arah samping atau atas untuk krmiringan 45° atau dengan telapak tangan menghadap ke bawah untuk kemiringan 45°. Gunakan tangan yang tidak memegang spuit untuk mengangkat kulit, lalu secara hati-hati dan mantap tangan yang lain menusukkan jarum. Lakukan aspirasi, bila muncul darah maka segera cabut spuit untuk dibuang dan diganti spuit dan obat baru. Bila tidak muncul darah, maka pelan-pelan dorong obat ke dalam jaringan
11. Cabut spuit dengan cepat dan hati-hati lalu usap dan massage pada area injeksi. Bila tempat penusukan mengeluaran darah, maka tekan area tusukan dengan kassa steril kering sampai perdarahan berhenti.
12. Buang spuit tanpa harus menutup jarum dengan kapnya (mencegah cidera bagi perawat) pada tempat pembuangan secara benar.
13. Merapikan pasien.
14. Perawat mencuci tangan.
15. Catat tindakan yang telah dilakukan
16. Kaji keefektifitasan obat.
F. Insulin
Insulin merupakan hasil recombinasi DNA yang digunakan secara genetis dengan memodifikasi Escchereia Coli. Organisme ini mensintese setiap rantai insulin menjadi seperti asam amino yang sama seperti insulin manusia. Ikatan-ikatan kimia ini yang akhirnya menghasilkan human insulin.
Cara Mencampur Insulin
Pemberian insulin campuran antara short-intermediet acting atau long acting insulin mengakibatkan kadar gula darah klien lebih bagus daripada single type insulin. Pada pemberian insulin campuran ini harus tepat dan benar agar insulin yang ada di dalam botol tidak bercampur dengan insulin yang ada di spuit yang dapat mengakibatkan lisis.
Adapun langkah-langkah pencampurannya adalah sebagai berikut :
1. Cuci tangan
2. Baca etiket botol insulin, tipe dan tanggal kadaluarsanya
3. Putar setiap botol insulin secara gantle diiatas telapak tangan agar isi insulin merata
4. Usap tutup botol dengan alcohol
5. Injeksi 20 unit udara ke dalam NPH insulin. {jumlah udara yang dimasukkan ke dalam botol sesuai dengan dosis unit yang diperlukan}. Selalu mendahulukan menginjeksi udara ke dalam insulin yang berdurasi kerja lebih lama.
6. Injeksikan udara 10 unit ke dalam botol insulin reguler. Jummlah udara yang diinjeksikan harus sama degan dosis insulin yang diberikan
7. Hisap 10 unit insulin reguler Pastikan bahwa tidak ada udara dalam spuit, selalu hisap dahulu insulin yang mempunyai masa kerja lebih pendek
8. Hisap 2 unit insulin NPH dengan spuit yang telah berisi insulin reguler 10 uniit. Hati-hati jangan sampai insulin reguler terinjeksi ke botol insulin NPH.
9. Jumlah insulin dalam satu spuit dharus menjadi 30 unit
Efek Samping Insulin
Jika insulin diberikan lebih banyak dari yang dibutuhkan untuk metabolisme glukosa timbul reaksi hipoglikemia atau syok insulin, dapat diatasi dengan memberikan gula peroral atau intravena meningkatkan pemakaian insulin.
Pada keadaan dimana jumlah insulin tidak cukup, gula tidak dapat dimetabolismesasikan sehingga terjadi metabolisme lemak, pemakaian asam lemak [ keton ] untuk energi menimbulkan ketoasidosis.
Reaksi hipoglikemia dan ketoasidosis diabetikum
Reaksi tanda dan gejala
Reaksi Hipoglikemik [ syok insulin ]
Ketoasidosis diabetic [ reaksi hiperglikemik ] :
Sakit kepala, kepala terasa ringan, gelisah terasa takut, tremor, keringat berlebihan dingin, kulit lembab, takikardi, bicara tersendat-sendat, lupa, kekacauan mental, kejang, kadar gula dara < 60 mg/dl.
Sangat haus, poliuria. Bau napas seperti buah, pernapasan kusmaul [ dalam, cepat, melelahkan, terasa menekan , sesak ], denyut nadi cepat dan lemah, selaput lendir kering dan turgor kulit buruk, kadar gula darah > 250 mg/dl.
Lokasi Injeksi Insulin
Tiap bagian tubuh yang ditutupi kulit yang longgar dapat dipakai sebagai tempat injeksi insulin termasuk abdomen, paha, lengan atas, pinggang dan kuadran atas luar dari bokong. Secara umum insulin akan lebih cepat diabsorpsi dari bagian atas tubuh seperti bagian deltoid dan abdomen dibanding dari paha dan bokong.
Rotasi dari injeksi terus dianjurkan guna menghindari absorpsi yang terhambat karena adanya fibrosis atau lipohipertropi akibat injeksi berulang hanya pada satu tempat. Asosiasi Diabetes America menganjurkan insulin dapat diinjeksikan pada satu daerah yang sama selama satu minggu dengan jarak setiap injeksi 1 ½ inci [satu ruas jari tangan] dengan penyuntikan insulin secara sub cutan atau tepat di bawah lapisan kulit.
Edukasi kepada klien yang menggunakan insulin :
Edukasi atau penyuluhan kesehatan tentang pemberian insulin dan perawatan pasien diabetes melitus merupakan tindakan keperawatan yang harus diberikan agar regimen terapeutik di rumah efektif dan menghindarkan terjadinya hospitalisasi ulang.
Penjelasan yang harus diberikan kepada klien atau orang tuanya adalah :
1. Cara penyimpanan insulin di dalam lemari es/pendingin dengan suhu 2-6 derajat celcius sehingga terhindar dari paparan sinar matahari dan meminimalkan potensi insulin di suhu ruangan, apalagi jika tutup vialnya dibuka
2. Dosis insulin yang didapat dan waktu penyuntikan insulin sebaiknya 30 menit sebelum makan atau selang waktu tertentu berdasarkan regimen insulin dan nilai kadar gula darah [dosisi yang diadviskan].
3. Cara pemakaian botol dan alat injeksi. Beritahu klien yang menggunakan NPH atau lente bersama-sama insulin reguler untuk mengambil insulin reguler terlebih dulu sebelum mengambil insulin NPH atau lente
4. Menjelaskan daerah-daerah pada tubuh yang dapat digunakan sebagai tempat absorbsi insulin dan anjurkan untuk mengganti tempat injeksi untuk mempertahankan absorpsi yang efektif dan mencegah lipodistropi.
5. Reaksi hipoglikemia lebih mudah terjadi pada saat waktu puncak kerja obat Ajarkan klien untuk penanganan hipoglikemi dengan menyediakan permen atau gula
Dosis pemberian insulin tergantung pada kadar gula darah yaitu :

Gula Darah Dosis Pemberian (unit)
<60 mg% 0
<200 mg% 5-8
200-250 mg% 10-12
250-300 mg% 15-16
300-350 mg% 20
>350 mg% 20-24

DAFTAR PUSTAKA

Kusmiyati Yuni. 2004. Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya
http://www.medicastore.com
http://robbynahason.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar